Roller Coaster “Halilintar” Universal Studio Ditutup di Singapore

Bagi yang sengaja main ke wahana universal studio di singapore karena ingin naik roller coaster “halilintar” yang bernama Battlestar Galactica bersiap-siap harus kecewa karena wahana tersebut diinfokan telah ditutup atau berhenti beroperasi.

Saya sebenarnya sempat heran karena sejak pertengahan tahun 2013 wahana roller coaster “halilintar”nya universal studio ini tak pernah beroperasi lagi. Padahal saya masih ingat di bulan Februari 2013 saya masih sempat menaiki wahana ini di Singapore.

Tiap bulan saya berkunjung ke Singapore dan ketika melihat wahana Battlestar Galactica – julukan roller coaster atau halilintar nya universal studio Singapore ini – selalu tak pernah jalan. Awalnya saya sempat berpikir barangkali sedang mengalami proses pemeliharaan (maintenance), tapi ketika sudah berbulan-bulan tetap tak jalan maka saya pun curiga sesuatu yang tak beres sudah terjadi. Dan akhirnya tadi siang saya diinfokan oleh rekan yang juga bergelut di dunia travel Singapore bahwa wahana roller coaster “halilintar” universal Studio Singapore ini katanya resmi ditutup atau tak beroperasi lagi.

Menurut pendapat saya dan juga rekan saya, sepertinya telah terjadi kejadian fatal tapi tak terekspos pemberitaan karena ditutup-tutupi. Dan pihak Singapore barangkali memutuskan untuk tak mengambil resiko adanya kejadian fatal bagi para turis atau wisatawan yang berkunjung kesana.

Sedikit bercerita tentang kemungkinan kejadian fatal yang bisa terjadi di wahana roller coaster “halilintar” nya universal studio ini, saya masih ingat bagaimana “mengerikannya” pengalaman menaiki wahana ini. Jangan bayangkan atau samakan roller coaster nya dengan halilintar di dufan nya Indonesia karena roller coaster Battlestar galactica ini benar-benar beda kelas. Lengkap sudah bagi yang naik di atasnya dibuat berputar-putar atas bawah, kanan kiri, dengan kecepatan tinggi sekalian dibuat menggantung di udara, dan dibanting ke kanan dan ke kiri dengan durasi yang benar-benar lama.

Ada dua jalur : jalur merah yang lebih ekstrim, djalur biru yang tak seekstrim jalur merah. Saya yang hanya naik jalur biru, memang di awal-awal dibuat senang walaupun mengerikan. Akan tetapi ketika diri sudah merasa cukup, malah posisi tubuh dan goncangan badan makin parah, dan serasa tak pernah selesai. Ketika di awal suara teriakan masih terdengar nyaring, mulai pertengahan sampai akhir suara teriakan barangkali masuk kembali ke dalam tenggorakan. Dan ketika semua sudah berakhir, barangkali 15 menit lamanya kaki masih gemetaran walau sudah jauh dari wahana tersebut (tapi sengaja ditutup-tutupi agar tak malu dengan teman). Saya berjanji cukup sudah sekali saya naik wahana ini, yang penting rasa penasaran sudah hilang. Saya tak akan mau naik lagi.

Lalu ada juga kejadian ketika saya bawa tamu satu keluarga. Sang istri nekat naik wahana ini, sedangkan suaminya tak berani. Dan ternyata, ketika sudah selesai sang istri seperti orang sekarat mau mati, dan harus dibopong ke luar.

Maka bisa saya bayangkan orang yang lemah jantungnya akan bisa mati di tempat naik wahana ini. Dan barangkali ada kejadian seperti yang saya duga ini sehingga mengakibatkan wahana roller coaster “halilintar” di universal studio singapore ini dihentikan.

Baca juga :

Foto Pemandangan Dari Atas Kereta Gantung Sentosa Singapore

Foto Kota Singapore Dari Atas Singapore Flyer (Kincir Tertinggi Dunia)

Jasa Penunjuk Jalan / Pemandu (Guide) Wisata Singapore

Bagi yang suka kegiatan menantang yang memacu adrenalin memang berita ditutup atau tak beroperasinya wahana roller coaster “halilintar” universal studio singapore ini akan mengecewakan, akan tetapi barangkali sebagai pelipur lara ada wahana lain seperti The Mummy yang juga cukup menantang karena berupa roller coaster dalam ruangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *